Hasil Survei Poltracking, Anies Tak Mampu Kalahkan Ganjar dan Prabowo



Peluang Anies Baswedan untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 sangat kecil bila bertarung dengan dua kandidat Capres unggulan lainnya, baik Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subiyanto. Hal itu dilihat berdasar hasil survei terbaru yang dilakukan Poltracking Indonesia dengan sampel  dari 34 provinsi pada 16-22 Mei 2022.  
 
Dalam survei yang dirilis 9 Juni ini, Poltracking Indonesia melakukan simulasi Pilpres dengan memasangkan 3 Capres unggulan  - (Ganjar Pranowo,  Prabowo Subianto, Anies Baswedan) dengan 4 Cawapres unggulan (Sandiaga Salahuddin Uno, Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono dan Puan Maharani). Hasilnya, Anies Baswedan selalu kalah baik saat berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno, Agus Harimurti Yudhoyono maupun Puan Maharani. Hal ini bisa dimaklumi. Meski popularitas Anies Baswedan tinggi, namun sentimen negatif publik terhadap Anies Baswedan juga tinggi.

Pada survei tersebut, Poltracking Indonesia juga mengungkap karakter calon presiden dan wakil presiden yang diharapkan publik, yakni peduli dan perhatian pada rakyat (16.8%); punya karakter jujur, bisa dipercaya dan bersih dari korupsi (16.0%); berpengalaman (12.7%). Pada latar belakang pasangan calon presiden dan wakil presiden, publik menyukai kombinasi latar belakang kepala daerah – pengusaha (11.3%), kepala daerah – kepala daerah (10.3%) dan kepala daerah – menteri (10.2%).

Dalam simulasi 18 nama Capres, 15 nama Capres, dan 10 nama Capres, Ganjar Pranowo selalu memiliki elektabilitas tertinggi, disusul Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Sementara pada simulasi Cawapres ada lima nama unggulan yang memiliki elektabiltas di atas 5%, yakni Sandiaga Salahuddin Uno, Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil, dan Puan Maharani.
 
Mengenai elektabilitas partai politik, dari 16 partai politik yang disimulasikan, PDIP merupakan partai politik dengan elektabilitas tertinggi (21.3%), diikuti dengan Partai Gerindra (10.6%), Partai Golkar (9.9%), PKB (8.0%), Partai Nasdem (7.3%), Partai Demokrat (7.2%), PKS (5.8%), PAN (4.4%), PPP (3.2%) dan Perindo (2.1%). Elektabilitas partai lain berada di bawah 1%. Meskipun demikian, angka elektabilitas ini adalah potret potensi suara partai (party votes) yang berpotensi berubah dan cenderung naik karena kontribusi suara terhadap calon anggota legislatif (personal votes) dari masing-masing partai.














Post a Comment

Previous Post Next Post