SRG dapat Membantu Petani dalam Permodalan dan Pemasaran: Sayangnya, Petani Tak Tahu Hingga Terjerat Tengkulak

Sistem Resi Gudang (SRG) banyak memberikan manfaat kepada para petani dalam memenuhi permodalam maupun pemasaran. Semula SRG hanya digunakan sebagai instrumen tunda jual, kini SRG juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung ekspor komoditas.

Contoh sukses pengembangan ekspor melalui SRG ini bisa kita lihat dari PT Asia Sejahtera Mina di Sidoarjo, Jawa Timur. Akhir Januari lalu, perusahaan ini berhasil melepas ekspor rumput laut ke Tiongkok dengan volume sebesar 50 ton atau senilai Rp 1,14 miliar.

Selain itu, Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, juga baru saja melakukan pelepasan ekspor produk perikanan dan olahan perikanan yang diproduksi oleh PT Sekar Bumi Tbk di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Produk-produk yang akan diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan tersebut antara lain udang, ebi katsu, tempe, petai, dan bumbu pecel. Pelepasan ekspor produk perikanan olahan dari PT Sekar Bumi Tbk. ini merupakan langkah positif dalam mempertahankan dan meningkatkan ekspor ke pasar global.


Celakanya, para petani di Indonesia ternyata masih banyak yang belum tahu tentang manfaat Sistem Resi Gudang (SRG). Karena itu, para petani kin masih banyak yang terjerat tengkulak selama bertahun-tahun. Bagaimana cara memanfaatkan SRG? Ikuti video berikut ini:



Previous Post Next Post