Sumber Gempa 6,1 di Simeulue 7 Januari dari Segmen Megathrust: Ancaman Gempa Dahsyat Itu Nyata!

Gempa kuat yang bersumber dari zona megathrust segmen Nias ternyata sudah terjadi beberapa kali. Yang terbaru adalah gempa berkekuatan 6,1 Magnitudo yang mengguncang Pulau Simeulue, Aceh, pada 7 Januari 2020. Gempa tersebut berasal dari segmen megathrust Nias-Simeulue yang aktif dan diyakini memiliki potensi energi hingga 8,7 dalam skala Magnitudo.

Seperti dikutip tempo.co, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  menyatakan gempa berkekuatan 6,1 Magnitudo yang mengguncang Pulau Simeulue, Aceh, pada 7 Januari 2020, berasal dari segmen megathrust. Segmen itu, Nias-Simeulue, aktif dan diyakini memiliki potensi energi yang bisa terlepas hingga 8,7 dalam skala Magnitudo.

Penjelasan itu disampaikan Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono. "Potensi untuk terjadi gempa kuat memang sangat besar di wilayah ini," katanya di Jakarta, Rabu 8 Januari 2019.

Daryono menjelaskan, dari catatan BMKG, gempa kuat yang bersumber dari zona megathrust segmen Nias sudah terjadi beberapa kali. Daryono menyebut mulai dari gempa Simeulue 4 Januari 1907 bermagnitudo 7,6 yang memicu tsunami dan menelan korban jiwa lebih 400 orang meninggal adalah satu di antaranya.

Gempa kuat lainnya dari segmen yang sama adalah pada 2 November 2002 dengan magnitudo 7,2 dan mengakibatkan puluhan orang luka-luka. Pun dengan gempa pada 20 Februari 2008 dengan magnitudo 7,3 hingga menimbulkan kerusakan dan menelan korban jiwa empat orang meninggal.

Daryono menjelaskan, episentrum gempa pada 7 Januari 2010 berada di lokasi yang hampir sama dengan gempa pada 1907. Gempa dan tsunami lebih dari seabad lalu itu yang melahirkan istilah lokal "smong" dan kini menjadi kearifan lokal. "Termasuk menyelamatkan masyarakat Simeulue dari tsunami 2004 lalu," kata Daryono.

Berdasarkan peta guncangan BMKG, gempa pada 7 Januari lalu menjalar dan dirasa hingga Medan, Sumatera Utara. Untuk wilayah Simeulue bagian selatan berpotensi mencapai skala intensitas V-VI MMI, sehingga diperkirakan dapat terjadi kerusakan.

Previous Post Next Post