Ustadz Sontoloyo Provokator Ini Akhirnya Merengek Minta Maaf

 Iwan Adi Sucipto (IAS) pembuat dan penyebar video ujaran kebencian lewat media sosial (medsos) kini meminta maaf kepada khalayak. Dia mengaku keliru dan tidak tepat telah mengunggah ujaran kebencian yang menjurus pada adu domba antara TNI dengan Polri.

Pengakuan kekeliruan IAS tersebut disapaikan lewat video yang tersebar lewat medsos seperti Whatsapp. Berikut transkip video permintaan maaf IAS dalam video yang berdurasi 1 menit 13 detik.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Kepada seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Ada peryataan yang tidak tepat yang saya lakukan dalam medsos.

yang pertama pernyataan kapolri. Dan saya mohon maaf kepada kapolri apabila ada kata-kata saya kurang tepat memahami kaitan apa yang bapak sampaikan, tatkala upacara untuk pengamanan pemilu.

Yang kedua berkaitan dengan TNI dan Polri. Saya tidak ada niat untuk mengadu domba dan mohon dimaafkan atas kekeliruan dan kesalahan saya. Mudah-mudahan kita tetap bersatu bahwa Polri dan TNI adalah mencintai rakyat dan untuk membela rakyat.

Dan yang ketiga, saya mohon maaf. Sebagai ustad tidak boleh mendoakan, siapa pun orang, apabila mendoakan yang buruk. Ada sesuatu yang tidak tepat sebagai ustad.

Dan saya terima kasih kepada seluruh teman-teman yang ada di Polres Cirebon yang telah memberikan hal-hal yang positif untuk diri saya. Sehingga saya akan belajar lebih baik menjadi ustad yang betul-betul memberikan ketentraman, kedamaian, kesejukan bagi masyarakat Indonesia sekitarnya. Terima kasih banyak, mohon dimaafkan lahir batin.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Saat video ujaran kebencian jadi viral, IAS langsung diburu dan ditangkap petugas kepolisian Cirebon. Kemudian, IAS menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Cirebon Kabupaten. Pria penantang Kapolri Jenderal Tito Karnavian, akhirnya Senin malam (13/5) sekitar pukul 20.00 WIB dilimpahkan ke Polda Jabar.

Seperti dilansir radarcirebon.com, IAS dijemput oleh Tim Dir Reskrim Polda Jabar dari ruang ruang penyidik Satreskrim dengan pengawalan ketat sebanyak 5 mobil dari Polda Jabar. Sebelum dibawa ke Polda, IAS didampingi kuasa hukumnya menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskrim Polres Cirebon Kabupaten.

Kapolres Ciredbon AKBP Suhermanto mengatakan, IAS ditangkap di kediamannya di Blok Kolem, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Senin dini hari (13/5) pada pukul 01.30 WIB.

“Yang bersangkutan (IAS, red) membuat video yang berisi ujaran kebencian dan berita bohong yang beredar di media sosial. IAS menyebutkan bahwa TNI siap bertempur melawan Polisi. kasus tersebut kini ditangani Polda,” katanya.

Perlu diketahui, IAS membuat rekaman video tersebut menggunakan HP dengan cara dipegang menggunakan tangan kiri dan tanpa menggunakan teks atau naskah dengann durasi waktu selama 1 Menit 57 Detik.

Kemudian rekaman video tersebut oleh pelaku dibagikan ke 13 (tiga belas) Grup WA Pendukung Paslon Capres Prabowo-Sandi. Dan Kontak WA Pribadi dan kemudian memposting (upload) rekaman video tersebut pada hari Minggu tanggal 12 Mei 2019 sekitar jam 15.41 WIB dilakukan di rumah IAS yang beralamat di Jalan Sutomo, Gg. Salak I, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, ke akun Facebook pelaku dengan nama akun Iwan Adi Sucipto Pattiwael.