Menerka Kandidat Ibu Kota Baru Indonesia: Ini Kata Staf Presiden Eko Sulistyo dan Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna

Rencana pemindahan Ibu Kota kembali mencuat. Wacana ini sebenarnya sudah muncul sejak era Presiden Soekarno. Sejumlah wilayah sedang dikaji untuk dijadikan sebagai lokasi baru ibu kota negara. Setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memindahkan ibu kota negara, yaitu terkait keekonomian, infrastruktur dan juga kebencanaan.

Rencana pemindahan ibu kota itu memunculkan beragam reaksi. Pada umumnya pemindahan ibu kota ini dinilai akan berdampak positif, namun tak sedikit yang mengkritisi, karena akan butuh biaya yang banyak dan waktu yang panjang. Lalu, apa dampak positif dan negatif dari rencana pemindahan ibu kota ini? Apa upaya yang dilakukan untuk mendorong realisasi pemindahan ibu kota ini?

Masalah ini telah dibahas Kompas TV bersama Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo dan pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna.


Munculnya gagasan pemindahan ibu kota Indonesia bukan hal baru tapi sudah ada sejak era Presiden Soekarno. Namun gagasan pemindahan ibu kota tersebut menemui kendala.



Dalam fakta sejaranh, ibu kota Indonesia pernah berpindah ke tiga tempat akibat gangguan penjajah.

Mungkinkah pemindahan ibu kota Indonesia bisa diwujudkan dalam jangka waktu antara 5 hingga 10 tahun?
Previous Post Next Post