Hermawan Sulistyo Ungkap Kejanggalan Penembakan dalam Aksi Rusuh 22 Mei

Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ), Hermawan Sulistyo mengungkapkan analisisnya terkait siapa pelaku penembakan dalam kerusuhan 22 Mei. Hermawan Sulistyo menyoroti sejumlah hal yang menurutnya janggal. Hal tersebut dibeberkan saat wawancara dengan KompasTV, Sabtu (25/5/2019).

Yang pertama, Hermawan memaparkan, dari delapan orang yang tercatat meninggal dunia, tidak diketahui siapa orang yang mengantarkan korban tersebut ke rumah sakit. "Delapan orang yang mati itu sampai sekarang tidak ada data satupun di semua rumah sakit yang dikirim mayatnya yang bawa mayatnya itu siapa. Tidak ada datanya," ungkap Hermawan.

Hermawan menilai, ada kejanggalan dari fakta yang ia dapatkan itu. Selain itu, Hermawan juga menyoroti luka tembak pada korban yang ia nilai janggal. "Yang kedua, yang luka tembak, empat orang yang ke rumah sakit polri itu semua single bullet. Ketembak dari samping kanan, di leher," kata Hermawan.

Menurut Hermawan, jika pihak kepolisian yang menembak, maka seharusnya luka tembakan di tubuh korban ada lebih dari satu.