Breaking News

Detik detik Wali Kota di Filipina Ditembak Mati

Wali Kota di salah satu kota di Filipina ditembak mati dalam upacara pengibaran bendera, Senin 2 Juli 2018.

Wali Kota Tanauan, Antonio Halili, tewas akibat satu tembakan senjata api ke bagian dada oleh seorang penyerang tak dikenal. Kabar disampaikan Inspektur Polisi Renato Mercado kepada kantor berita CNN.

Penembakan terjadi di tengah lantunan lagu kebangsaan Filipina, Lupang Hinirang, sekitar pukul 08.00 pagi waktu setempat di Kota Tanauan, yang terletak sekitar 67,5 kilometer dari Manila.

Halili meninggal di tempat kejadian.

Sebuah video dari acara yang diunggah ke Facebook memperlihatkan beberapa orang berdiri dengan tangan diletakkan ke dada mereka lagu kebangsaan dilantunkan. Kamera bergerak menjauh dari momen Halili, dan tiba-tiba suara tembakan terdengar.

Kepala Inspektur Polisi Calabarzon Edward Carranza mengatakan, seorang penembak jitu mungkin bertanggung jawab atas kematian tersebut.

"Kami segera membentuk satuan tugas untuk menangani kasus itu," kata Carranza, menurut situs berita lokal PhilStar, seperti dikutip dari UPI, Senin 2 Juli 2018.

Hingga saat ini belum ada tersangka yang ditangkap serta motifnya juga belum dapat dipastikan.

Halili dikenal karena praktik kontroversialnya mengarak terduga penjual narkotika di jalanan umum. Banyak dari terduga pengedar narkoba diseret Halili ke sebelum ada proses peradilan.

Pendekatan Halili terhadap kejahatan narkoba ini dinilai mirip dengan apa yang dikerjakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

"Mereka memanggilku 'Duterte dari Batangas,'" ungkap Halili dalam suatu acara.