Header Ads

Miras Oplosan Cicalengka Tewaskan 30 Orang Lebih




Minuman keras (miras) oplosan jenis ginseng menimbulkan petaka. Lebih dari 30 orang dilaporkan tewas usai menenggak minuman keras tersebut. Bahkan, pihak Rumah Sakit (RS) sampai kewalahan menangani pasien yang teler.

Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka Evi Sukmawati menuturkan, hingga Selasa (10/4) pukul 08.00 WIB, bahwa jumlah korban meninggal dunia mencapai 31 orang. Satu di antaranya meninggal dalam perjalanan menuju RS.

Sementara, jumlah pasien terduga korban miras oplosan mencapai 89 orang. Waktu kedatangannya ke RS pun berbeda-beda, mulai Jumat (6/4) hingga Selasa (10/4) dini hari.

Dari 89 pasien, 19 orang diantaranya menjalani rawat inap, 20 pasien dirawat di IGD, dan 12 pulang atas permintaan sendiri (APS). Adapun lima pasien lainnya dirujuk ke rumah sakit lain dan tiga orang sudah pulang.

"Kami sudah mengarahkan beberapa pasien karena kapasitas 27 tempat tidur di IGD sudah penuh. Padahal itu sudah dengan tambahan tempat tidur," kata Evi, yang berjaga hingga pukul 01.00 WIB di RSUD Cicalengka.

Dalam menangani pasien yang membludak dengan diagnosis keracunan atau intoksikasi alkohol, lanjut dia, pihaknya mengutamakan unsur kegawatdaruratan. Jika tak terlalu darurat, pihaknya mengarahkan pasien ke RSUD Majalaya dan RS AMC.

"Karena mendengar kasus ini banyak, pasien meningkat. Jadi yang merasa minum pun datang. Walaupun dia sebetulnya tidak menunjukkan dengan nyata gejala keracunan itu," ungkap Evi.

Meski demikian, Evi menyebutkan, kondisi RSUD Cicalengka saat ini sudah mulai kondusif.

"Pagi ini mulai kondusif. Jumlah pasien tadi malam sudah menurun, berbeda dengan pengunjung yang cari berita kemarin penuh banget hingga akses sulit ke IGD karena motor banyak parkir," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, hingga Senin (9/4) sore, korban tewas diduga akibat konsumsi miras oplosan di Kabupaten Bandung mencapai 23 orang. Jumlah pasien miras oplosan di dua RS mencapai 58 orang. (hyg/arh)