Penyebab Kematian Deynica Welirang dan Anak-Anak Konglomerat yang Mati Muda

Share:


Ajal salah satu misteri yang menjadi rahasia Sang Maha Pencipta. Datangnya ajal seseorang memang tak pasti, tapi kematian pasti akan datang. Tak  kenal anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Juga tak mengenal kalangan orang kaya ataupun miskin.

Salah satu kematian di usia muda yang menyedot perhatian di Tanah Air saat ini adalah wafatnya Deynica Welirang, salah seorang cucu Bos Indofood yang wafat di Singapura, pada Jumat (29/12/2017). Deynica Welirang meninggal dunia pada usia 39 tahun di Singapura.

Seperti diketahui, kakek Deynica adalah Liem Sioe Liong yang dikenal sebagai pemilik Indofood. Ayah Denica adalah Fransiskus Welirang, seorang pengusaha sukses dan berperan penting atas kesuksesan PT Bogasari Flour Mills (Indofood Group) dan Mie instant Indomie.

Saat meninggal dunia, Deynica Welirang  masih berstatus lajang. Penyebab kematian Deynica sempat menjadi bahan perbincangan publik. Belakangan, Fransiscus Welirang akhirnya mengungkapkan penyebab kematian Deynica Welirang melalui akun Facebook-nya.


Fransiscus Welirang menuliskan bahwa Deynica Welirang meninggal karena terpeleset, hingga berakibat fatal. Insiden terjadi ketika Deynica tengah berlibur di Singapura.
"Putri kami Deynica terpeleset dan jatuh sehingga mengalami kecelakaan yang fatal. Deynica telah berpulang dengan tenang ke Rumah Tuhan. Keluarga kami sangat berduka namun, berkat doa dan dukungan Bapak Ibu, Tuhan memberikan kami ketabahan dan kekuatan," tulis Fransiscus Welirang, Jumat (30/12/2017).
Selain Deynica Welirang, ada 1 putri konglomerat Asia yang juga meninggal di usia muda Yaitu Silvana Regina Sutanto. Meninggal dunia pada Kamis, 26 mei 2016 lalu, Silvana menjadi salah satu korban dalam kebakaran di Kodiak Lodge di sebuah lepas pantai di Alaska, Amerika Serikat.

Silvana merupakan putri Konglomerat Harjo Sutanto, pemilik Wings Group.
Wanita yang merupakan warga negara Singapura ini dikenal memiliki hobi fotografi dan menyukai kegiatan alam bebas.

 Ia juga dikenal sebagai direktur lima perusahaan kesehatan dan investasi di Singapura, termasuk United Wealth Industries, The Inspiration Shop dan Universal Wellbeing. Semasa hidupnya, Silvana tak pernah bekerja di Indonesia, termasuk di perusahaan ayahnya sendiri.

Selain dua putri konglomerat asal Indonesia, juga ada anak pengusaha super kaya dari berbagai belahan dunia meninggal di usia muda.

Berikut anak-anak orang kaya yang mati muda:
1. Lee Yoon-Hyung
Di balik kesuksesan Samsung sebagai perusahaan Teknologi Informasi di dunia saat ini, ternyata keluarga terkaya di Korea Selatan menyimpan duka yang mendalam. Putri termuda keluarga Konglomerat Samsung, Lee Yoon-Hyung meninggal dunia karena bunuh diri pada 2005 lalu.

Lahir pada 26 April 1979, Lee Yoon-hyung dikenal sebagai seseorang yang cantik, muda, pintar dan tentu saja kaya raya. Saat meninggal Lee Yoon-Hyung berumur 26 tahun, meskipun begitu ia telah memiliki jumlah saham di Samsung lebih dari 100 juta dollar.  Selama hidupnya, wanita cantik ini kerap melakukan olahraga ekstrim, seperti balap mobil. Ia juga memiliki blog pribadi yang bernama 'Pretty Yoon-Hyung' yang sangat terkenal di Korea Selatan.

Yoon-hyung ditemukan meninggal dunia di apertemennya di Manhattan, Amerika Serikat, dengan tali kabel melilit di leher. Yoon-hyung dan kekasihnya, Soobin Shin, kala itu memang sedang dimabuk asmara.  Bahkan keduanya bertekad untuk melanjutkan ke hubungan yang serius. Tapi tragis, keduanya mendapat penolakan dari sang Ayah.

Cinta yang besar dan penolakan inilah yang pada akhirnya membuat Yoon-hyung frustasi. Sehingga pada akhirnya terbersit di pikirannya untuk mengakhiri hidup. Cinta mereka berdua mendapat pertentangan dari keluarganya.

2. Aradhana Samdariya
Wanita muda Asal India, Aradhana wafat setalah ia berpuasa selama 68 hari. Kala itu, Aradhana masih berumur 13 tahun. Orangtua Aradhana merupakan pengusaha permata yang kaya di Hyderabad. Dua hari setelah menghentikan puasanya, dia meninggal.

Para ahli memandang tubuh manusia dapat bertahan tidak makan selama dua bulan. Sempat diduga memaksa anaknya berpuasa namun kedua orangtuanya mengelak pernyataan tersebut. Orangtuanya mengaku jika anaknya memang berkeinginan kuat untuk menjalankan puasa tersebut.
Puasa dalam jangka waktu lama banyak dilakuan Jains, kelompok keagamaan minoritas di India.

(TribunJualBeli.com/Nadhira Septianda D.H)