Ketua IPW minta Satgas Anti Politik Uang ungkap politik uang Pilkada 2018

Share:
Pengakuan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang membeberkan pengalaman pahitnya saat maju ke Pilgub Jatim 2018, tampaknya akan berbuntut panjang. Terkait hal itu, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mendesak Satgas Anti Politik Uang Polri untuk bergerak mengungkap kasus politik uang dalam Pilkada 2018.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyebut terbongkarnya kasus politik uang dalam Pilkada 2018, bisa diketahui siapa saja yang terlibat, siapa saja yang menjadi korban, dan partai mana saja yang 'doyan' politik uang di Pilkada 2018.

"Kasus La Nyalla harus menjadi pintu masuk bagi Satgas Anti Politik Uang Polri untuk menciptakan Pilkada yang bersih dan berkualitas," ujar Neta, dalam keterangannya yang dilansir Tribunnews, Jumat (12/1/2018).

Ia mengungkap bahwa sebelum La Nyalla, Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, juga mengaku dirinya pernah diminta Rp 10 miliar oleh oknum Golkar agar bisa mendapatkan rekomendasi untuk maju ke Pilkada Jabar.




Seperti diberitakan berbagai media,  mantan Ketua PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti beberkan pengalaman pahit saat akan maju ke Pilgub Jatim 2018. Ia dipastikan gagal berkompetisi setelah tak mendapatkan dukungan Partai Gerindra.

La Nyalla menerangkan, sempat mendapatkan surat mandat dari Prabowo 11 Desember lalu. Karena itu, selain diminta mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan. Salah satu kelengkapan pemenangan, ucap La Nyalla, ia sempat diminta uang sebesar Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Uang itu, untuk saksi dalam Pilkada Jatim.

"Saya dimintai uang Rp 40 miliar. Uang saksi disuruh serahkan di tanggal 20 Desember 2017, kalau tidak bisa, saya tidak akan direkomendasi," ujar La Nyalla di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018).

Setelah pernyataan La Nyalla tersebut, mendadak pidato Prabowo Subianto viral di media sosial. Video tersebut sepertinya terjadi pada 2017 lalu. Pada pidato tersebut, Prabowo blak-blakan bahwa hal pertama yang ia tanya kepada calon gubernur adalah apakah dia punya uang atau tidak.

"Kalau ada yang mau jadi gubernur datang ke saya, apa pertanyaan pertama yang saya tanya ke dia? Ente punya uang atau tidak. Saya tidak tanya anda lulusan mana, perstasi apa, pernah buat buku apa, pernah jadi bupati enggak. Yang saya tanya punya uang atau tidak," jelas Prabowo.

Hal tersebut juga berlaku di Pilgub DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Prabowo menyebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memiliki uang untuk berkompetisi di pemilihan kepala daerah. (Hendrik Naipospos/ Tribun-medan.com)