Kontroversi Proyek Hotel Bintang 6 Donald Trump di Bali


Senin 3 Juli 2017, stasiun TV asal Australia ABC menayangkan hasil investigasinya tentang kontroversi proyek pembangunan hotel bintang 6 Donald Trump di Bali. Diketahui hotel milik Trump tersebut akan dibangun di atas lahan bekas hotel bintang 5 milik Perusahaan Bakrie yang bernama Pan Pacific Nirwana Bali.

Di tahun 2013, bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo membeli resor dari Grup Bakrie, dan Hary bekerja sama dengan perusahaan investasi milik Trump untuk membangun kembali resor tersebut dengan terinspirasi dengan kemewahan properti milik Trump. Direncanakan pembangunan ini akan dimulai di tahun 2018.

Dikatakan bahwa hotelnya akan besar dan langsung menghadap ke Tanah Lot, salah satu pura yang selalu dilindungi oleh masyarakat Bali sejak dulu. Tapi belum diketahui akan setinggi apa hotel baru Trump nanti. Karena ada peraturan daerah di Bali yang melarang bangunan lebih tinggi dari pohon kelapa, atau lebih dari 15 meter.

Dalam tayangan tersebut juga diceritakan sejarah tanah yang dibangun oleh Grup Bakrie untuk mendirikan hotel Pan Pacific sebelumnya adalah tanah adat. Di pertengahan tahun 90-an, di rezim Soeharto, sang pemilik tanah dipaksa untuk melepaskan tanah adatnya melalui tentara dengan alasan untuk proyek pemerintahan.

Sebenarnya sang pemilik tidak mau melepas tanahnya, dan bersama warga lain berjuang untuk menyelamatkan Tanah Lot. Namun mereka terus mendapatkan intimidasi. Akhirnya tanah adat mereka ditutup akses. Tanah yang awalnya dikatakan akan dibuat untuk proyek pemerintah ternyata dijual ke Grup Bakrie, rekanan Soeharto.

Hingga saat ini tanah yang berada di sekitar proyek Hotel Trump tersebut masih diperjuangkan. MNC sudah membeli tanah sekitar hotel Pan Pacific untuk memperluas area, tapi warga lokal tidak tertarik menjualnya. Dikatakan pada ABC, warga menolak menjual tanahnya karena pihak developer menawarkan harga terlalu rendah.

Kabar penolakan warga Bali
Detik.com juga mengabarkan bahwa rencana pembangunan real estate luas milik Donald Trump di lokasi yang secara spiritual amat sensitif di Bali telah menuai penolakan dari sejumlah warga lokal. Beberapa di antara warga menolak untuk menjual lahan mereka ke mitra bisnis Presiden AS tersebut di Indonesia.

Kelompok usaha MNC milik Hary Tanoesodibjo telah membeli tanah di sekitar Nirwana resort yang ada di kawasan Tanah Lot, sebuah daerah yang relatif belum berkembang yang berlokasi sekitar satu jam perjalanan ke arah utara dari lokasi wisata utama di Kuta Bali.

Pembongkaran sebuah resort tua menyusul pembangunan kembali kawasan itu selama tiga tahun yang sebagian akan dioperasikan oleh kelompok usaha milik Donald Trump. Tapi sejumlah pemilik tanah lokal mengatakan kepada ABC bahwa mereka tidak akan menjual tanah mereka dengan harga yang ditawarkan.

"Hampir tidak ada warga yang ingin menjual tanah mereka," kata Nyoman Madya, kepala lingkungan Enjung Pura yang lokasinya berdekatan pengembangan kawasan yang direncanakan Trump.

Dia mengatakan perwakilan dari MNC telah mendekati beberapa desa dengan penawaran baik di bawah pasar. "Mereka tidak bisa menyepakati harga [yang ditawarkan]," kata Madya.

Dia mengatakan pemilik tanah ingin tanah mereka dihargai sebesar Rp 500 juta (sekitar $ 50.000) per are (kawasan seluas 100 meter persegi) sementara mereka hanya ditawarkan harga antara Rp100 juta sampai Rp 150 juta per are (sekitar $10.000 - $15.000). Daerah itu telah menjadi target dari pengembang property selama puluhan tahun dan dia mengatakan warga desa setempat tahu nilai yang layak dari tanah mereka.

"Di masa lalu ketika mereka ingin membeli tanah, kami seperti harus menjual [tanah kami] ketika mereka sedang mencari lahan berhektar-hektar untuk dibeli, tetapi sekarang ketika perusahaan sedang mencari lahan untuk dibeli, mereka tidak dapat melakukan apa yang sebelumnya pernah mereka lakukan. Warga sudah berpengalaman, "kata Madya.

Seorang warga setempat, Wayan Renri mengatakan ia telah mendengar bahwa "Presiden Amerika" telah membeli hotel [Nirwana Resort].
" Dia menginginkan semua tanah dari sini hingga ke laut sekitar 3 kilometer. Tapi alasan orang tidak mau menjual adalah karena penawaran harga yang murah." Kata Renri.

Namun penolakan ini tidak hanya dikarenakan faktor harga saja. Nyoman Sudina dari desa Nyanyi dapat melihat batas Nirwana Resort dari tanah miliknya. Para pengembang telah membeli ladang di sekitar rumahnya. "Saya tidak menjual tanah ini. Jika mereka ingin menyewanya mereka bisa," katanya."Ini satu-satunya tanah yang kami miliki, ini harta warisan."

MNC tegaskan pembangunan tetap berjalan
MNC bantah pembangunan kembali resort itu tidak terlambat. "Proses pembebasan lahan kami belum mengalami masalah atau isu-isu di luar negosiasi biasa ketika berhadapan dengan pemilik lahan di Bali," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

"Sejak kami mengakuisisi Bali Nirwana pada tahun 2013, kami telah memperluas situs ini dan kami akan mempertimbangkan mengakuisisi lebih banyak tanah dan investasi di masa depan jika ada kesempatan baik; Seperti yang kita lakukan di tempat lain di Indonesia"

Staf dari Nirwana resort yang ada saat ini telah diberitahu bahwa pekerjaan mereka akan berakhir pada pertengahan tahun ini.


Trump harus hormati tradisi lokal
Made Sumaway mengatakan ia memiliki pikiran terbuka tentang sosok Donald Trump. "Dari apa yang saya lihat di pemilu AS, ada banyak pro dan kontra tentang dia. Tentang sikap Donald Trump, ada beberapa unsur rasis di sana. Tapi kami tidak terlalu khawatir karena kami memiliki peraturan yang berlaku [disini], kita memiliki kerjasama yang baik, jika dia tidak mengikuti peraturan maka hal-hal tidak akan berjalan dengan baik,"katanya.

Dia mengatakan penting untuk memahami hubungan spiritual warga setempat dengan tanah mereka.

"Ketika kita berbicara tentang tanah di Bali, di mana sebagian besar penduduknya beragama Hindu, tanah memiliki arti yang sangat besar bagi kita semua. Karena hidup adalah tentang mengambil dan memberi dan bahwa itu adalah tanggung jawab orang Hindu, untuk melestarikan tidak hanya tradisi, tetapi budaya dan agama juga, "kata Made Sumaway.

"Sesuatu mengenai orang-orang di sini adalah bahwa ketika mereka tidak membutuhkan uang, mereka tidak akan menjual tanah mereka."

"Itu adalah sikap yang mereka percayai, karena mereka tahu mereka tidak memproduksi tanah. Sesuatu yang membuat memiliki tanah menjadi sangat penting bagi mereka."

Resor milik Donald Trump yang direncanakan pembangunannya terletak di samping salah satu situs Hindu yang paling penting di Bali - kuil di Tanah Lot yang berlokasi di sebuah pulau berbatu sekitar 50 meter dari lepas pantai. Kuil ini hanya dapat diakses selama air surut. Kedekatan dengan candi ini berarti bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan di resor Trump akan diawasi ketat oleh masyarakat Hindu di pulau itu.

"Donald Trump bisa jadi memiliki tradisi dan budaya yang berbeda tetapi setelah ia datang ke sini dia perlu mengikuti kami," kata Made Sumaway seperti dilansir detik.com.









Apa saja Kekayaan yang dimiliki Donald Trump saat ini ?
Donald Trump masuk sebagai salah satu orang terkaya versi majalah Forbes, dan berada diurutan 156 dalam daftar orang terkaya di Amerika serikat. Trump banyak memiliki bisnis dibidang properti, hotel, hingga pada dunia hiburan.

Dikutip dari Majalah forbes kekayaan Trump mencapai US$3,7 Miliar atau setara Rp48,1 Triliun. Trump memiliki sejumlah properti berharga dikota New York; Melingkupi Trump Tower di Faith Avenue bertempat dikawasan elit di jantung Manhattan dan sebuah gedung kondominium di 502 Park Avenue, 40 Wall Street dan 30% saham digedung 1290 Avenue Of America.

Selain itu Trump juga memiliki Resort dan lapangan Golf seperti Mar-a-Lago, dia juga memiliki perkantoran di San Francisco dan sebuah hotel di Las Vegas. Selain itu di San Francisco Trump juga memiliki tujuh asset termasuk bangunan yang tertinggi.

Kekayaan Trump juga merambah ke Timur Tengah; Trump memiliki dua resort Golf di Dubai, Uni Emirat Arab. Hotel Mewah di Azerbaijan dan memiliki Hotel Mewah di Turki.
Trump juga memegang sejumlah posisi level eksekutif di 515 perusahaan dari New York, Dubai hingga Brazil.

Nama Trump juga sangat berharga, Ia memegang lisensi namanya di beberapa Klub Golf, Hotel Mewah dan apartemen di panama Istanbul, dan Washington dan mendapat royalti sebesar US$9,5 Juta atau sekitar Rp 123,5Milyar untuk penggunan namanya.