Breaking News

Jalan Rel Kereta Api Pertama di Indonesia

Pada 1862 Pemerintah Belanda menerbitkan konsesi kepada Nederlandsch-Indische Spoorweg-Mattschapij (NIS). Pada Jumat 7 Juni 1864 Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van de Beele melakukan upacara pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di Semarang.


Tiga tahun setelah upacara pencangkulan tanah yang dilakukan Baron Sloet van de Beele, NIS berhasil menyelesaikan jalur rel kereta apai pertama sepanjang 25 Km dari Kemijen (Semarang) sampai ke Tanggung (Grobogan). Daerah yang dilewati jalur pertama ini adalah Alastuwo, Brumbung, dan Tlogotirto.

Pada 10 Agustus 1867 jalan rel kereta Semarang-Tanggung mulai dibuka untuk umum. Hari itu adalah hari peluncuran pertama kali kereta api di Hindia Belanda. Tarif  yang diberlakukan pada saat itu adalah tiap paal (1,5 Km) 20 sen untuk penumpang kelas 1, 15 sen untuk penumpang kelas 2, dan 7 sen untuk penumpang kelas 3. Adapun untuk angkutan barang diberlakukan tarif tiap pikul (62,5 Kg) seharga 1,4 sen untuk tiap paal.

Pembangunan jalan rel kereta ini dipimpin oleh J.P. de Bordes dengan biaya 80 ribu gulden untuk tiap kilo meter. Besarnya biaya pembangunan itu kemudian terbayar dengan keuntungan yang diperoleh oleh NIS selama mengoperasikan jalan rel kereta itu dalam satu tahun. Pada pertengahan 1868, NIS telah meraup keuntungan sebesar 4.489 gulden.

Setahun kemudian, pada 19 Juli 1868 lintas antara Tanggung dan Kedung Jati sejauh 9 Km mulai dibuka untuk umum. Esoknya pada 20 Juli 1868 juga mulai dibuka jalan rel kereta simpang dari Semarang Gudang – Pelabuhan sejauh 2 Km. Sejak saat itu transportasi kereta api untuk mengangkut produksi ekspor telah tersedia dari Kedung Jati di wilayah pedalaman menuju pelabuhan di Semarang. Selanjutnya pada 10 Februari 1870 NIS meresmikan jalur kedua yang menghubungkan Semarang - Surakarta sepanjang 110 Km yang meliputi Semarang- Kedung Jati-Gundih-dan Surakarta.

Dalam waktu tiga tahun NIS menyelesaikan jalan rel kereta sepanjang 25 Km dari Desa Kemijen, Semarang sampai ke Desa Tangoeng, atau yang sekarang dikenal dengan Desa Tanggung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Ruas jalan rel kereta Semarang-Tanggung dibuka untuk umum pada tanggal 10 Agustus 1867. Hari itu adalah hari peluncuran pertama kali kereta api di Hindia Belanda.

Aanleg van de spoorweg van Semarang naar de Vorstenlanden (foto: kitlv - tahun 1868)
Aanleg van de spoorbrug over de Toentang bij Kedoengdjati in de lijn van Semarang naar de Vorstenlanden (foto: kitlv - tahun 1868)
Aanleg van de spoorbrug over de Toentang bij Kedoengdjati in de lijn van Semarang naar de Vorstenlanden (foto: kitlv - tahun 1868 - 1870)

Station Kedoengdjati aan de spoorlijn van Semarang naar de Vorstenlanden (foto:kitlv - tahun 1868)

Station Kedoengdjati aan de spoorlijn van Semarang naar de Vorstenlanden (foto: kitlv - tahun 1910)

Opening van Halte Tanggoeng bij Semarang: Vooraan in het midden de directeur van Burgerlijke Openbare Werken H. de Bruijn. Links van hem hoofdingenieur P.J.G. Beyerinck en rechts ingenieur H. Vrendenberg (foto kitlv tahun 1867)
Broemboeng / Topographisch Bureau