Breaking News

Lebaran 2015 ini, 400 Orang Lebih akan Mati Akibat Kecelakan

Mati adalah hal yang pasti akan dihadapi oleh setiap orang dan hal ini tidak bisa ditolak oleh siapapun.  Namun jika kematian itu harus ditempuh melalui kecelakaan yang tragis, tentunya bisa menimbulkan duka lebih perih pada keluarga yang ditinggalkan. Dan ironinya, kecelakaan tragis justru sering terjadi di masa lebaran, termasuk masa lebaran 2015 ini. Kasus tterbaru menimpa bus Rukun Sayur yang mengalami kecelakaan maut menjelang Lebaran ini.

Seperti diberitakan media, bus Rukun Sayur itu menabrak pembatas jalan di Km 202, Tol Palikanci, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015). Sebanyak 11 orang dilaporkan tewas di tempat. Saya berani tebak, korban tewas akibat kecelakaan pada masa Lebaran tahun 2015 ini, bisa mencapai ratusan orang, sekurang-kurangnya lebih dari 400 orang akan tewas.

Perkiraan Saya ini bukan untuk menakut-nakuti. Tapi merupakan pengalaman empirik selama belasan tahun. Sebab, selama menjalankan tugas sebagai wartawan, Saya tak pernah absen mengamati arus mudik dan balik Lebaran.

Kenapa Saya punya perkiraan sekurang-kurangnya lebih dari 400 orang akan tewas akibat kecelakaan masa Lebaran? Fakta empirik membuktikan bahwa tiap Lebaran ada ratusan orang mati akibat kecelakaan. Dalam arus mudik dan balik Lebaran 2014 misalnya, terdapat 515 orang meninggal akibat kecelakaan [tribunnews.com - 4 Agustus 2014]. Sedang pada masa Lebaran 2013, korban tewas akibat kecelakaan mencapai 686 orang [16 Agustus 2013]. Artinya, dalam tahun terakhir tedapat lebih dari 500 orang mati akibat kecelakaan pada masa Lebaran.

Faktor penyebab kecelakaan masa Lebaran memang banyak. Namun sepanjang pengamatan Saya selama melakukan liputan Lebaran, ada dua hal yang perlu digarisbawahi.

  • Pertama, Buruknya kondisi infrastruktur transportasi punya peran besar. Fakta menunjukkan, setiap Lebaran kondisi jalan selalu ada saja yang mengalami kerusakan.
  • Kedua, Lemahnya disiplin pengguna alat trasportasi dalam berlalu-lintas juga punya peran besar yang memicu terjadinya kecelakaan. Untuk mematuhi rambu-rambu lampu lalu-lintas perempatan jalan masih susah tertib. Ada saja pengguna jalan yang mencoba main serobot. 

Dua faktor di atas, tampaknya juga akan menjadi pemicu terjadinya kecelakaan di masa Lebaran 2015 ini. Untuk itu, melalui catatan singkat ini, para pihak terkait pantas untuk melakukan koreksi diri; Pantaskan, setiap menyambut Lebaran harus ditebus dengan "tumbal" ratusan orang yang mati sia-sia akibat kecelakaan?

Alangkah baiknya, jika setiap menjelang Lebaran, aparatur pemerintah mampu mewujudkan infrastruktur yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Dan tentu, akan lebih baik lagi, jika para pemudik sendiri juga mau berhati-hati dan selalu berdisiplin mematuhi aturan lalu-lintas.

Semoga saja tulisan ini dapat menjadi pengingat bahwa Lebaran tidak harus ditebus dengan membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.