Puisi-Puisi Hermann Hesse 1

KEBAHAGIAAN
Selama engkau mengejar kebahagiaan
engkau belum matang untuk berbahagia
biarpun milikmu segala kesayangan.

Selama engkau ngeluh karena ada yang hilang
dan punya tujuan serta tiada tenang,
kau belum tahu apa arti kedamaian.

Baru setelah engkau lepaskan segala keinginan
tak kenal lagi hasrat dan tujuan
tak lagi nyebut nama kebahagiaan
maka banjir segala kejadian tak lagi nyentuh hatimu
dan jiwamu akan tenang.
***




NOVEMBER

Hutan menjatuhkan dedaunan
Kabut lembah menggantung berat
Ada arus tanpa berkilap
Hutan tak ada gemuruh lagi

Datang badai bersiul
Dan menggoyang rambut-rambut kemilau
Dan menyapu genggaman dengan kuat
Bumi terang dari kabut

November yang tak berdaun dan bercabang
Bukan kecantikan yang dinilai
Burung takut di sarang
Petani kedinginan di tungku

Kosong dan pecah dalam kepingan
Apa yang tak pernah digenggam
Dan malam terobek serta mati
Tersulutlah lampu siang

***








Hermann Hesse (lahir 2 Juli 1877 – meninggal 9 Agustus 1962 pada umur 85 tahun) ialah penyair, novelis, dan pelukis Jerman-Swiss. Pada 1946, ia menerima Penghargaan Nobel dalam Sastra. Karya terkenalnya ialah Steppenwolf, Siddhartha, dan The Glass Bead Game (juga dikenal sebagai Magister Ludi).
Pada 1943 karya-karya Hesse dimasukkan dalam daftar terlarang oleh Nazi. Setelah menerima Nobel Hesse tak lagi menerbitkan karya besar. Pada 1945 sampai 1962 dia menulis sekitar 50 puisi dan 32 ulasan, yang sebagian besar untuk koran-koran di Swiss. Hesse meninggal pada 9 Agustus 1962 di usia 85 tahun. Pada 1960-an dan 1970-an Hesse menjadi tokoh pujaan para pembaca muda. Pada 1969 sebuah kelompok musik rock California mengambil judul novel Hesse, Steppenwolf, sebagai nama band mereka, dan merilis ‘Born to be Wild.’ Buku-buku Hesse mendapat perhatian besar dari pembaca gerakan New Age, dan dia masih menjadi salah seorang penulis Jerman yang paling laris di seluruh dunia.

Previous Post Next Post