Kabupaten Sragen Tempo Doeloe (2)

Pada era liberalisme penjajahan Hindia-Belanda pasca1870-an, aneka macam pabrik mulai didirikan, termasuk di wilayah Sragen. Bersamaan dengan itu juga muncul loji-loji tempat tinggal para pejabat pabrik. Invasi kolonial Belanda di kawasan Sragen sebagian didokumentasikan seperti di bawah.

Koffieonderneming Batoe Djamoes van R.E.N. d'Abo bij Sragen (1870) 
[Kroping foto koleksi KITLV]

Etablissement van koffieonderneming Tarik Ngaroem bij Gondang in de Vorstenlanden (1920)
[Kroping foto koleksi KITLV]



Administrateurshuis van suikeronderneming Modjo Sragen bij Sragen (1920)
[Kroping foto koleksi KITLV]

 Administrateurshuis van suikeronderneming Modjo Sragen bij Sragen (1920)
[Kroping foto koleksi KITLV]





Administrateur [...] MacGillavry voor de administrateurswoning van indigo- en koffieonderneming Djeroekwangi bij Sragen (1900) 

Kekuasaan Belanda di kawasan Surakarta akhirnya mendapat perlawanan dari Pangeran Mangkubumi adik dari Sunan Pakubuwono II. Bangsawan keraton di Mataram itu sangat membenci Kolonialis Belanda karena dinilai banyak mengintervensi Mataram. Karena itu, bangsawan muda tersebut keluar dari istana dan menyatakan perang dengan Belanda hingga terjadi  Perang Mangkubumen ( 1746 – 1757 ).

 Dalam perjuangannya, pasukan Pangeran Mangkubumi bergerak melewati Desa-desa Cemara, Tingkir, Wonosari, Karangsari, Ngerang, Butuh, Guyang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati. Di Desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak. Desa Pandak, Karangnongko di jadikan pusat Pemerintahan Projo Sukowati, dan Beliau meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat pula beberapa pejabat Pemerintahan.

SERIAL SRAHEN TEMPO DOELOE:
Kabupaten Sragen Tempo Doeloe (1)
Kabupaten Sragen Tempo Doeloe (2)
Kabupaten Sragen Tempo Doeloe (3)