Breaking News

PUISI: Wasiat (1)

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO

Anakku, saat kau baca pesanku ini,
mungkin kau sudah tak bisa tahu lagi aku ada di mana.
sebab, aku sudah pergi jauh...
jauh sekali,
sampai tak terlihat angin.

Jarak dan waktu memang sudah memisahkan kita.
Tapi tenanglah, sukmaku masih selalu bersamamu
Sebab, cintaku padamu sudah kutitipkan pada matahari
kemana pun kau pergi rasa sayangku akan selalu menerangimu.

Anakku, isi dunia ini memang banyak kenikamatan dan keindahan
nikmati saja itu sebatas yang kau perlu
agar kau tak mabuk dalam lautan nikmat dan keindahan.
Sebab, di balik kenikmatan dan keindahan itu kadang ada racun
yang bisa menjebakmu dalam ketidakpastian.

Anakku, suatu saat kau pasti akan tahu,
isi dunia ini kadang sulit untuk dimengerti.
Tapi kau tak perlu takut...
Sebab, ketakutan kadang bisa membuatmu salah jalan.
Sebab, ketakutan justru bisa menyesatkan arah langkahmu.

Anakku, suatu saat kau pasti juga akan merasakan,
isi dunia ini kadang menyakitkan hati.
Tapi kau tak perlu lari dari kesedihanmu.
Pun tak perlu menukar kesedihanmu
dengan membeli tawa-tawa instan atau mesin-mesin keindahan.
Peluk saja kesedihanmu erat-erat dengan lapang dadamu.
sebab, dalam kesedihan itu ada kebahagian sejati yang tersembunyi.

Kini tancapkan saja keberanianmu setinggi langit
lalu berlarilah mengejar kereta hari depanmu.
jadilah air bagi mereka yang kegersangan
jadilah angin bagi mereka yang kehabisan nafas
dan jadilah matahari bagi malam-malam berpuluh tahun
yang telah menggelapkan masa depan bangsamu.


(Java, 1990 - 2008)