Perjalanan



Aku berjalan di antara malam
dan puing mimpi orang-orang yang sibuk berpesta...
aku tetap berjalan dari malam ke malam,
memikul penat dari hari ke hari,
tanpa tahu harus bermalam di mana.

Ada banyak ranjang berselimut emas dan berbantal beludru di ibu kota itu,
entah di hotel bintang atau apartmen...
tapi ...
tak kutemukan juga sepetak kasur yang bisa mendamaikan hatiku
belum kutemukan juga selimut yang bisa melipat-lipat lelahku.

Menteng, 4 September 2012