Breaking News

PUISI: Pencarian

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO

Jalan yang aku lewati sudah tak terhitung jauhnya
dari desa ke desa
dari terminal ke terminal
dari kota ke kota

Waktu yang kutempuh sudah tak tercatat lamanya
dari jam ke jam
dari hari ke hari
dari tahun ke tahun
dari abd ke abad.

Tapi tak kutemukan juga rumahku di mana.
Yang aku lihat hanya jalan-jalan retak berdebu dan
wajah-wajah yang terasing.
Yang aku temui selalu saja mulut-mulut yang lapar,
dan senjata-senjata yang berdarah.

Seolah tiada lagi tawa yang bisa kulihat,
Seolah tiada lagi pohon untuk berteduh.
***