Breaking News

PUISI: Orang-Orang Lumpur

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO

Hidupmu adalah lumpur yang dibolak-balik,
dari musim ke musim,
pada tanah usang lelah itu.

Nafasmu adalah peluh-peluh,
dari siang ke siang,
yang selalu menyepuh cangkul dan bajakmu,
pada tanah usang lelah itu.
Sedang nadimu adalah tawa di kota-kota,
dari pasar hingga ke hotel-hotel.

Namun nasibmu selalu terekapar di tanah retak,
bagai padi-padi merunduk, kau selalu tunduk,
ditikam angka-angka pupuk dan pestisida
diinjak harga-harga tengkulak,
juga digilas mesin-mesin penjarah.

Hidupmu adalah lumpur dibolak-balik,
dari musim ke musim.
Nafasmu adalah peluh-peluh, dari siang ke siang,
dan nadimu adalah tawa di kota-kota.
Namun kau selalu terasing dari nasibmu,
seperti hotel yang tak pernah tahu dengan desanya.
***

[Solo, Juli 2001]