Showing posts from 2012

Kucuri Gairahmu

Dari bibir liarmu itu kemarin aku curi segenggam nafasmu kemudian kusimpan diam-diam di dadaku dalam-dalam Ah, …

Perjalanan

Aku berjalan di antara malam dan puing mimpi orang-orang yang sibuk berpesta... aku tetap berjalan dari malam ke malam, …

PUISI: Catatan Rindu

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO Di dalam hati… sesungguhnya aku sangat rindu pulang tapi aku tak tahu harus pulang ke mana …

PUISI: Pencarian

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO Jalan yang aku lewati sudah tak terhitung jauhnya dari desa ke desa dari terminal ke terminal…

PUISI: Jakarta

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO Di jantungmu... banyak yang ingin menitip harap tentang kedamaian tentang keadilan tenta…

PUISI: Wasiat (3)

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO Anakku, dunia ini sarat dengan ketidakpastian Suatu saat, kau pasti tidak akan bisa memilik…

PUISI: Wasiat (2)

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO Anakku, dunia ini penuh fatamorgana Jalan yang tampak indah, kadang justru banyak menyimpan …

PUISI: Wasiat (1)

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO Anakku, saat kau baca pesanku ini, mungkin kau sudah tak bisa tahu lagi aku ada di mana. seb…

PUISI: Pada Akhirnya

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO Pada akhirnya kita adalah sampah seperti kentut yang selalu dicampakkan seperti kencing yang…

Kata Tanpa Aksara

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO Maafkan aku, Sayang Aku sudah tak bisa berkata-kata lagi denganmu, walau hanya sepatah katap…

Kapal Tanpa Pelabuhan

*PUISI SUTRISNO BUDIHARTO Antara Bangkalan-Tanjung Perak ada bulan di atas kapalku ada angin mengkoyak-koyak kulitku …

Load More That is All