28 Jun 2017

Kholid Syeirazi: Islam Bukan Agama Teror

Artikel berjudul "Islam Bukan Agama Teror" yang dipublikasikan pada laman NU.or.id ini pantas untuk dibaca dan direnungkan. Tulisan M. Kholid Syeirazi tersebut setidak bisa menjadi pembanding di tengah maraknya informasi hoax yang bertebaran di tengah masyarakat. Berikut kutipan lengkap tulisan M. Kholid Syeirazi:


Islam adalah agama welas asih. Jika ada sejumlah ayat di dalam Al-Qur’an yang bicara tentang perang dan kekerasan, itu sama sekali tidak membatalkan misi utama Islam sebagai agama rahmatan lil –âlamîn. Ayat-ayat ‘lembut’ di dalam Al-Qur’an jauh lebih banyak ketimbang ayat-ayat ‘keras.’ Dan sependek pengetahuan saya, ayat-ayat keras itu bersifat historis dan kontekstual. Rasulullah diperintahkan memerangi orang-orang kafir yang memerangi Rasulullah dan Sahabat. Mereka memusuhi dan mengusir Rasulullah dari Tanah Airnya. Karena itu, ayat yang pertama kali turun tentang perang menggunakan redaksi pasif (مبني مجهول), bukan perintah aktif. Perhatikan QS. al-Hajj (22: 39-40) berikut ini:

اُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرالَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللهُ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya, mereka telah dianiaya. Dan sungguh Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: Tuhan kami hanyalah Allah.”

Ayat ini menyampaikan pesan bahwa umat Islam yang diusir dan diperangi diizinkan membela diri dan membalas kezaliman yang menimpa mereka dengan mengangkat senjata.
Perintah yang lebih tegas muncul belakangan di dalam QS. al-Anfâl (8: 39)
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Dan perangilah mereka supaya tidak ada lagi fitnah dan agar agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka perbuat.”

Perintah serupa dinyatakan dalam beberapa ayat, antara lain QS. al-Baqarah/2: 191 dan QS. an-Nisâ’/4 ayat 89 dan 91. Dalam QS. al-Baqarah/2: 191 disebutkan:
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ
“Dan perangilah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah).”

Perhatikan juga QS. an-Nisâ’ (4: 89 dan 91) berikut:
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَلا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا (٨٩)
“Maka jika mereka berpaling (dari jalan Allah), tawanlah dan bunuhlah mereka, di mana saja kamu menemuinya dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka sebagai pelindung dan juga penolong.”
فَإِنْ لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ (٩١)
“Maka jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka, di mana saja kamu menemui mereka..”

Jika ‘ayat keras’ ini dibaca tanpa konteks sejarah dan asbâbun nuzûl, Islam akan menjadi agama teror dan perang sebagaimana dipraktekkan ISIS, organisasi afiliasi, dan simpatisannya. Mereka menyeret dunia ke dalam situasi perang, bertolak dari sejumlah ayat yang dibaca sepenggal dan dilepaskan dari konteks sejarahnya. Perang digunakan sebagai alat memperjuangkan ideologi politik, bukan bagian dari respons wajar terhadap upaya membela diri sebagaimana asbâbun nuzûl-nya.

Padahal, ayat Al-Qur’an yang memerintahkan berlaku adil dan berbuat baik, termasuk kepada non-Muslim, serta mengusahakan perdamaian jauh lebih banyak. Al-Qur’an melarang merusak tempat ibadah agama lain dan mencaci maki sesembahan mereka, baik dalam kondisi perang maupun damai. Perhatikan QS. al-Hajj (22: 40) berikut ini:
وَلَوْ لا دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا
“Dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya akan dirobohkanlah biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah…”

Larangan mencaci maki teologi agama lain dan pemeluknya ditegaskan oleh QS. al-An’âm (6: 108) berikut:
وَلا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ
“Dan janganlah kamu memaki mereka yang menyembah selain Allah, karena nanti mereka akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan…”

Al-Qur’an memang melarang umat Islam bersekutu dengan kaum yang memusuhi dan mengusir umat Islam serta berkomplot mengusir mereka dari tanah airnya, tetapi Allah tidak melarang berlaku adil dan berbuatbaik kepada mereka yang tidak memerangi dan mengusir umat Islam. Perhatikan QS al-Mumtahanah (60: 8) berikut:
لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama, dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Islam juga bukan agama ‘haus darah’ yang agresif dan menjadikan perang sebagai tujuan. Jika musuh cenderung kepada perdamaian, Allah memerintahkan umat Islam untuk menerima dan mengusahakan perdamaian. Perhatikan QS al-Anfâl/8: 61 berikut ini:
وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللهِ
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah.”
Al-Qur’an juga menegaskan bahwa perdamaian itu lebih baik: وَالصُّلْحُ خَيْرٌ (QS. an-Nisa’/4: 128).

Dalam kondisi perang pun, Rasululullah selalu berusaha membatasi jatuhnya korban dan melarang keras membunuh wanita, anak-anak, dan orang tua serta melarang merusak lingkungan. Dalam sejarah ekspedisi Rasulullah, hanya sekali beliau menebang pohon. Itu merupakan bentuk pengecualian, dalam situasi darurat, yang diperkenankan Allah sebagaimana dinyatakan dalam QS. al-Hasyr (59: 5).

Islam melarang keras membunuh orang tanpa alasan yang hak. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa membunuh satu orang tanpa alasan yang benar seumpama membunuh manusia semuanya. Sebaliknya, menjaga dan melindungi kehidupan satu orang seakan memberi kehidupan manusia seluruhnya. Perhatikan QS. al-Mâidah/05: 32 berikut ini:
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الأرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
“…Barangsiapa membunuh seorang manusia, bukan karena ia (membunuh) orang lain atau berbuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa memelihara kehidupan satu orang, maka seakan-akan dia menjaga kehidupan manusia seluruhnya..”

Islam adalah agama cinta damai, agama kasih sayang yang diturunkan dari sifat Allah Rahmân-Rahîm. Jika Allah mempunyai sifat Jalâliyyah (dimensi Keagungan) seperti al-Jabbâr (Maha Perkasa), al-Qahhâr (Maha Memaksa), al-Muntaqim (Yang Maha Membalas), al-Mutakabbir (Yang Maha Memiliki Kebesaran), al-Muta’âli (Yang Maha Tinggi), dan al-Hasîb (Yang Maha Membuat Perhitungan), sifat Allah dalam dimensi Jamâliyyah-Nya jauh lebih banyak seperti as-Salâm (Yang Maha Memberi Kedamaian), al-Mu’min (Yang Maha Memberi Keamanan), al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun), al-‘Afuw (Yang Maha Pemaaf), al-Raûf (Yang Maha Pengasuh), al-Latîf (Yang Maha Lembut), al-Halîm (Yang Maha Penyantun), al-Hafîdz (Yang Maha Memelihara), al-Hakîm (Yang Maha Bijaksana), al-Wadûd (Yang Maha Mengasihi), al-Waly (Yang Maha Melindungi), dan as-Shabûr (Yang Maha Sabar).
Sifat Allah dalam dimensi Jamâliyyah mengalahkan sifat Allah dalam dimensi Jalâliyyah. Perhatikan QS. al-An’âm/6: 54 berikut ini:
كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ
“…Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang..”
Rahmat dan kasih sayang Allah meliputi segala sesuatu sebagaimana dinyatakan QS. al-A’raf/7: 156 berikut:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
“…dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”
Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh para imam hadits, dengan berbagai redaksi, menguatkan isi pesan utama ini:
لما خلق الله الخلق كتب في كتابه هو يكتب علي نفسه وهو وضع عنده علي العرش، ان رحمتي تغلب غضبي(رواه البخاري) و في رواية اخري: ان رحمتي غلبت غضبي
“Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia tulis dalam kitab-Nya dan diletakkan di atas arasy: sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.”

Dalam riwayat lain berbunyi: إن رحمتي سبقت غضبي (sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku). Dalam berbagai versi, yang isinya sama, hadits ini diriwayatkan juga oleh Muslim, Tirmidzi, dan Ibn Majah.

Ayat dan hadits qudsi di atas menunjukkan pesan utama Islam sebagai agama kasih sayang dan cinta damai melebihi aspek lain. Jika sekarang ini banyak kelompok Islam yang mengamalkan Islam dengan penuh murka, kembalilah kepada prinsip ajaran Islam sebagai agama welas asih: Islam rahmatan lil –âlamîn! (***)

Penulis adalah Sekretaris Jenderal PP ISNU



Sumber: Opini NU.or.id - Jumat, 02 Juni 2017

27 Jun 2017

Awas, Teroris Indonesia Sebarkan Buku Petunjuk Perang untuk Anak-Anak

Teror bom bunuh diri di Halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta, sebenarnya belum hilang dari ingatan masyarakat Indonesia, tapi teror yang lain sudah muncul lagi di wilayah Indonesia. Ironisnya, teror terbaru ini justru terjadi  di pos penjagaan Polda Sumut, Medan, pada pukul 03.00 WIB tepat di Hari Raya Idul Fitri 25 Juni 2017. Yang mengejutkan, berdasar hasil penelusuran polisi, pelaku teror di Polda Sumut itu ternyata menyimpan buku berisi petunjuk perang untuk anak-anak. Sudah sedalam inikah proses kaderisasi teroris di Indonesia?

Teror di Polda Sumut
Seperti diberitakan media, penyerangan di pos penjagaan di Polda Sumut, Medan, terjadi dini hari pada pukul 03.00 WIB 25 Juni 2017. Serangan itu membuat satu polisi, Aiptu Martua Sigalingging, yang sedang berjaga tewas. Dua pelaku masuk ke Mapolda Sumut dengan melompat pagar dan menyerang pos jaga nomor 2. Pelaku berinisial SP, yang saat ini kritis, diketahui memiliki kios rokok. Sedangkan pelaku tewas berinisial AR berjualan jus.

Polisi menyebut serangan dua teroris Medan ke Polda Sumatera Utara terencana. Dua pelaku penyerangan sebelumnya mengamati Mapolda Sumut dengan menyamar menjadi pedagang rokok dan pedagang jus.

Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut lokasi tempat kedua teroris berjualan dengan Mapolda Sumut berdekatan, yakni di kawasan Jalan Sisingamangraja, Medan. Setyo menyebut ada kemungkinan pelaku berpura-pura berjualan di sana guna memantau situasi Mapolda.

Polisi menemukan sejumlah barang bukti di rumah SP, pelaku teror ke Mapolda Sumut. Barang bukti yang disita itu mulai pisau hingga buku perang untuk anak-anak. "Penyitaan di satu rumah tersangka SP, ada pisau yang sama (yang digunakan pelaku saat menyerang pos jaga)," kata Kapolda Sumut Irjen Rycko Amelza Dahniel saat meninjau rumah pelaku di Jalan Pelajar Timur Gang Kecil, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumut, Minggu (25/6/2017).

Pisau tersebut sama merek dan bentuknya dengan pisau yang digunakan pelaku saat menyerang Polda Sumut. Selain itu, ada dokumen yang disita polisi. "Menemukan dokumen tentang cara-cara melakukan serangan bunuh diri, termasuk beberapa buku kepada anak-anak tentang cara perang," ujarnya.

Buku Petunjuk Perang untuk Anak-anak


Keberhasilan polisi menemukan buku petunjuk perang untuk anak-anak di tempat persembunyian pelaku teror Polda Sumut tersebut, setidaknya akan membuat pikiran masyarakat Indonesia jadi banyak bertanya-tanya. Sebab, proses kaderisasi para teroris tampaknya sudah dilakukan dengan proses edukasi yang cukup dalam dengan menggunakan buku. Di luar itu, di media sosial masyarakat Indonesia sendiri kini sering bermunculan pernyataan-pernyataan atau foto-foto bernuansa radikalisme. Contohnya, ada foto anak membawa pedang yang jadi viral.

Anehnya, ketika aksi teror terjadi di Indonesia, malah ada pihak-pihak tertentu yang sinis lalu dengan mudah melontarkan tudingan bahwa aksi teror yang muncul di Indonesia hanya dianggap sebagai upaya pengalihan isu. Eko Patrio (artis dan politisi PAN) misalnya, pada tahun 2016 lalu pernah melontarkan pernyataan serupa hingga harus berurusan dengan polisi. Tapi Saya sependapat dengan Menko Polhukam Wiranto bahwa terorisme sudah menjadi ancaman nyata di Indonesia dan hal ini perlu diwaspadai. Saya juga sependapat dengan Eko Sulistyo (Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden) bahwa Aksi terorisme sudah menjadi ancaman global bagi umat manusia.

Dalam artikel berjudul "Upaya Preventif Melawan Terorisme" (Kompas, 24 Juni 2017), Eko Sulistyo menegaskan bahwa terorisme adalah musuh kemanusiaan dan musuh semua agama. Karena itu, upaya preventif bukan saja menjadi urusan pemerintah, tetapi juga urusan semua orang yang ingin melindungi kemanusiaan. Upaya preventif haruslah merupakan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan cara itu ruang gerak terorisme tidak memiliki masa depan.

Pendek kata, jika di tengah maraknya gejala terorisme ini masih ada pihak yang mudah melontarkan tudingan bahwa munculnya aksi teror di Indonesia ini hanya dianggap sebagai upaya pengalihan isu, maka hal itu patut untuk dicurigai; jangan-jangan di rumahnya juga menyimpan buku petunjuk perang untuk anak-anak seperti yang ditemukan polisi. (***)

26 Jun 2017

Asal Mula Halal Bi Halal, Bung Karno dan KH Wahab Chasbullah


Pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 H ini pasti akan banyak bermunculan acara halal bi halal di berbagai daerah, baik itu di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Namun tidak banyak yang tahu, bagaimana sejarah munculnya halal bi halal di Republik Indonesia yang kaya ragam budaya ini. Apakah halal bi halal itu merupakan tradisi muslim di Timur Tengah atau hanya tradisi masyarakat di Indonesia saja? Dari tulisan KH Masdar Farid Mas’udi terungkap bahwa  halal bi halal ternyata bukan tradisi muslim di Timur Tengah, tapi hanya tradisi masyarakat di Indonesia saja. Sejarah munculnya tradisi halal bi halal ini konon tak lepas dari peran KH Wahab Chasbullah dan Bung Karno.


KH Masdar Farid Mas’udi menuturkan bahwa munculnya istilah "halal bi halal" berawal dari gagasan KH Abdul Wahab Chasbullah setelah dimintai saran oleh Presiden RI Pertama Soekarno. Disebutkan, pasca Indonesia merdeka 1945, Indonesia pernah dilanda gejala disintegrasi bangsa. Hal itu terjadi pada tahun 1948. Kala itu, para elit politik saling bertengkar, tidak mau duduk dalam satu forum.

Kemudian, pada dipertengahan bulan Ramadhan 1948, Bung Karno memanggil KH Wahab Chasbullah ke Istana Negara, untuk dimintai pendapat dan sarannya untuk mengatasi situasi politik Indonesia yang tidak sehat. Kemudian Kiai Wahab memberi saran kepada Bung Karno untuk menyelenggarakan Silaturrahim, sebab saat itu sebentar lagi akan datang Hari Raya Idul Fitri. Kala itu, seluruh umat Islam disunahkan bersilaturrahmi.

Lalu Bung Karno menjawab, "Silaturrahmi kan biasa, saya ingin istilah yang lain".

"Itu gampang", kata Kiai Wahab. "Begini, para elit politik tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak punya dosa (haram), maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga silaturrahmi nanti kita pakai istilah 'halal bi halal'", jelas Kiai Wahab.

Dari saran Kiai Wahab itulah, kemudian Bung Karno pada Hari Raya Idul Fitri saat itu, mengundang semua tokoh politik untuk datang ke Istana Negara untuk menghadiri silaturrahmi yang diberi judul 'Halal bi Halal' dan akhirnya mereka bisa duduk dalam satu meja, sebagai babak baru untuk menyusun kekuatan dan persatuan bangsa.

Sejak saat itulah, instansi-instansi pemerintah yang merupakan orang-orang Bung Karno menyelenggarakan Halal bi Halal yang kemudian diikuti juga oleh warga masyarakat secara luas, terutama masyarakat muslim di Jawa sebagai pengikut para ulama. Jadi Bung Karno bergerak lewat instansi pemerintah, sementara Kiai Wahab menggerakkan warga dari bawah. Jadilah Halal bi Halal sebagai kegaitan rutin dan budaya Indonesia saat Hari Raya Idul Fitri seperti sekarang.

Kalau kegiatan halal bihalal sendiri, kegiatan ini dimulai sejak KGPAA Mangkunegara I atau yang dikenal dengan Pangeran Sambernyawa. Setelah Idul Fitri, beliau menyelenggarakan pertemuan antara Raja dengan para punggawa dan prajurit secara serentak di balai istana.

Semua punggawa dan prajurit dengan tertib melakukan sungkem kepada raja dan permaisuri. Kemudian budaya seperti ini ditiru oleh masyarakat luas termasuk organisasi keagamaan dan instansi pemerintah.akan tetapi itu baru kegiatannya bukan nama dari kegiatannya. kegiatan seperti dilakukan Pangeran Sambernyawa belum menyebutkan istilah "Halal bi Halal", meskipun esensinya sudah ada.

Tapi istilah "halal bi halal" ini secara nyata dicetuskan oleh KH. Wahab Chasbullah dengan analisa pertama (thalabu halâl bi tharîqin halâl) adalah: mencari penyelesaian masalah atau mencari keharmonisan hubungan dengan cara mengampuni kesalahan. Atau dengan analisis kedua (halâl "yujza'u" bi halâl) adalah: pembebasan kesalahan dibalas pula dengan pembebasan kesalahan dengan cara saling memaafkan.(***)

SUMBER: KH Masdar Farid Mas’udi (NU Online | Jumat, 17 Juli 2015)

Soal Insiden Senggolan Rossi vs Zarco di Assen

Assen – Valentino Rossi tidak marah kembali bersenggolan dengan pembalap satelit Yamaha Johann Zarco, namun dia menyebut rookie MotoGP itu melakukan manuver yang muskil dan agresif di Grand Prix Belanda, Minggu (25/6). Dalam insiden itu, Zarco yang memulai dari pole position berusaha merebut kembali pimpinan lomba dari Rossi ketika lawannya sedikit melebar. Namun si pembalap Movistar Yamaha cepat-cepat kembali ke lintasan balapnya (race line) untuk menutup celah bagi Zarco, dan saat itulah mereka berbenturan.


Zarco terpaksa menegakkan motornya untuk menghindari akibat lebih serius dan dia kemudian tercecer dua posisi. Rossi, yang juga terlibat insiden dengan Zarco di Austin, menunjukkan bekas tapak ban Zarco di baju balapnya sebagai bukti agresivitas lawannya itu. “Soal Zarco, saya mulai berpikir bahwa dia sebetulnya tidak jahat, hanya saja dia tidak mengerti ukuran motor satu dengan lainnya karena hari ini, seperti halnya di Austin, dia kembali melakukan sesuatu yang mustahil,” kata

Rossi yang akhirnya memenangi balapan itu sementara Zarco finis ke-14.
“Saya tidak tahu alasannya karena itu lintasan balap saya. Namun bagi saya, ketika Anda mencoba menyalip yang lain, Anda juga harus memperhitungkan bahwa pembalap lain itu tak bisa menghilang begitu saja.”

Setelah tertinggal dari rombongan terdepan, Zarco berspekulasi mengganti ban dengan tipe basah karena terjadi hujan rintik-rintik di sirkuit pada beberapa putaran terakhir. Keputusannya menjadi blunder karena kecepatan dia tidak bertambah dan hujan juga tidak tambah deras. Tambahan pula, dia terkena penalti ride-through karena melanggar batas kecepatan di pitlane.

Rossi akhirnya berduel dengan pembalap Pramac Ducati Danilo Petrucci hingga garis finis. Saat itu, Rossi masih sempat melakukan selebrasi menjelang garis finis padahal Petrucci sangat dekat di belakangnya. Namun Rossi membantah aksinya itu sebagai tindakan berisiko.
“Saya terus menggeber dan mengerem sangat mepet dengan chicane (tikungan ganda) terakhir. Ya mungkin saya memang melakukan selebrasi, namun saat itu saya berpendapat tidak mungkin dengan akselerasi MotoGP bisa menyalip dari chicane menuju garis finis,” jelasnya.

Petrucci yang finis kedua hanya terpaut 0,063 detik dari sesama pembalap Italia itu.


Sumber: Crash.net

Kemenangan Rossi Tingkatkan Persaingan Perebutan Gelar 2017

Assen – Keberhasilan Valentino Rossi merebut kemenangan pertamanya di musim ini dalam seri MotoGP Assen, membuatnya bersemangat lagi dalam perebutan juara 2017. Kemenangan itu membuat Rossi bertengger di posisi ketiga klasemen MotoGP 2017. Sementara kegagalan Maverick Vinales meraih poin akibat terjatuh di Sirkuit Assen membuatnya kehilangan di posisi puncak klasemen karena tergurusr oleh pembalap Ducati Andrea Dovizioso.

Kemenangan Rossi ke-10 di Assen harus ditempuh melalui persaingan sengit dengan Petrucci di lap terakhir. Namun Petrucci akhirnya harus puas menuntaskan balapan di posisi kedua setelah Rossi. Sementara Marquez mengamankan posisi tiga di tengah kepungan Crutchlow yang finis keempat dan Dovizioso di posisi kelima.

Terlepas dari hasil hari ini, Dovizioso bisa merayakan keberhasilannya merebut puncak klasemen dari Vinales, dan untuk saat ini tiga pembalap teratas hanya dipisahkan 11 poin saja. Pembalap Marc VDS Jack Miller finis keenam, diikuti dua pembalap satelit Ducati Karel Abaraham (Aspar) dan Loris Baz (Avintia). Andrea Iannone finis kesembilan untuk Suzuki Ecstar, dan posisi 10 ditempati pembalap Aprilia Gresini Aleix Espargaro.


“Kondisi di klasemen ini tak bisa dipercaya dan saya justru sangat senang seperti ini karena sangat menyenangkan untuk disimak (penonton). Belum ada yang selesai dan semuanya masih ketat di antara para pembalap dan motor yang berbeda,” kata Rossi dalam jumpa pers usai balapan.
“Saya sangat senang dan kemenangan ini sangat penting, seperti kemenangan sebelumnya. Setelah satu tahun, ini perasaan yang menyenangkan. Saya juga mengikuti balapan sepeda motor karena perasaan yang fantastis dalam lima atau enam jam setelah menang.”

“Kemenangan ini datang setelah balapan yang hebat melawan Danilo (Petrucci), Marc (Marquez), dan (Johann) Zarco. Dari sisi teknis saya juga senang karena kami telah bekerja keras dan mengganti sasis, lalu saya bisa mengendarai motor dengan lebih baik.” “Ini penting untuk klasemen karena setelah delapan balapan antara banyak pembalap dan motor berbeda sekarang situasinya sangat ketat, jadi sangat menarik.”

“Musim ini kami telah belajar bahwa dari satu pekan ke pekan lain, semuanya bisa berubah. Jadi sangat penting untuk kembali menjadi tangguh pekan depan di Sachsenring (Jerman).”
Namun Rossi belum bersedia bicara banyak tentang peluangnya di Grand Prix Jerman, yang lebih banyak didominasi oleh para pembalap Honda.
“Sebelum kami berpikir tentang pekan depan, kami akan menikmati dulu kemenangan ke-10 di Assen ini,” ujarnya.

“Sachsenring adalah trek yang sangat berbeda dibandingkan Assen dan pada tahun-tahun terakhir Honda — khususnya Marquez — selalu sangat tangguh di sana, jadi kami nanti harus bisa kompetitif juga.”

Klasemen MotoGP 2017 Seri Assen Belanda
1. Andrea DOVIZIOSO Ducati ITA 115
2. Maverick VIÑALES Yamaha SPA 111
3. Valentino ROSSI Yamaha ITA 108
4. Marc MARQUEZ Honda SPA 104
5. Dani PEDROSA Honda SPA 87
6. Johann ZARCO Yamaha FRA 77
7. Danilo PETRUCCI Ducati ITA 62
8. Jorge LORENZO Ducati SPA 60
9. Cal CRUTCHLOW Honda GBR 58
10. Jonas FOLGER Yamaha GER 51
11. Jack MILLER Honda AUS 40
12. Alvaro BAUTISTA Ducati SPA 34
13. Scott REDDING Ducati GBR 33
14. Loris BAZ Ducati FRA 31
15. Andrea IANNONE Suzuki ITA 28
16. Aleix ESPARGARO Aprilia SPA 23
17. Tito RABAT Honda SPA 23
18. Hector BARBERA Ducati SPA 21
19. Karel ABRAHAM Ducati CZE 20
20. Pol ESPARGARO KTM SPA 11
21. Alex RINS Suzuki SPA 7
22. Michele PIRRO Ducati ITA 7
23. Bradley SMITH KTM GBR 6
24. Sam LOWES Aprilia GBR 2
25. Sylvain GUINTOLI Suzuki FRA 1
26. Takuya TSUDA Suzuki JPN

GNPF MUI Akhirnya "Takluk" di Istana Merdeka?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), yang sebelumnya tampak kurang bersahabat dengan Presiden Joko Widodo, tiba-tiba datang ke Istana Merdeka, tepat di Hari Raya Idul Fitri pada 25 Juni 2017. Sebanyak tujuh perwakilan GNPF MUI sempat melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Joko Widodo selama 20 menit di tengah kegiatan open house yang digelar di Istana Merdeka. Menariknya, dalam moment ini GNPF MUI juga menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah dan menyatakan mendukung kebijakan pemerintah. Apakah ini pertanda GNPF MUI sudah "takluk" di Istana Merdeka dan tak akan "melawan" Presiden Joko Widodo?

Presiden Jokowi sedang menemui tokoh GNPF MUI
Pertanyaan di atas hanya bisa dijawab oleh para tokoh GNPF MUI sendiri. Yang pasti, sejumlah tokoh GNPF-MUI memang benar-benar telah menghadap ke Istana Merdeka untuk menemui Presiden Joko Widodo. Tokoh GNPF-MUI yang telah menghadap Presiden Joko Widodo antara lain  Bachtiar Nasir (Ketua GNPF-MUI), Zaitun Rasmin (Wakil Ketua Umum GNPF-MUI) dan Kapitra Ampera (Tim advokasi GNPF-MUI). Usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo,  Bachtiar Nasir telah menyampaikan pernyataan bermuatan pujian kepada pemerintah. Bahkan, Nasir juga memuji upaya Presiden Jokowi dalam keberpihakan untuk ekonomi kerakyatan. “Hal yang cukup bagus adalah bagaimana kita dengar sekian belas juta hektar tanah diperuntukkan untuk masyarakat,” ujar Nasir.

Pertanyaan yang muncul kemudian; kenapa Presiden Joko Widodo harus bersedia menerima GNPF MUI? Padahal, sebelumnya, GNPF MUI bisa dikatakan tidak bersisikap ramah terhadap pemerintahan Joko Widodo karena sering melakukan aksi demo berseri-seri, seperti yang ditunjukkan dalam Aksi 411, aksi 212 dan lain-lain. Apakah sikap Presiden Joko Widodo yang suka rela menerima kehadiran GNPF MUI itu merupakan kekeliruan dan bagian dari kelemahannya? Mungkinkah Presiden takut akan ada aksi-aksi demo berseri lagi hingga harus bersedia menerima kehadiran GNPF MUI di Istana Merdeka?

Jika melihat karakter pemerintahan saat ini, Saya berani tegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah takut terhadap GNPF MUI yang pernah menggelar aksi demo berseri-seri tersebut. Jika dibandingkan dengan karakter pemerintahan presiden sebelumnya, baru pada pemerintahan Jokowi inilah yang berani bersikap terbuka dengan memperbolehkan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka. Pada pemerintahan sebelumnya, keterbukaan semacam itu merupakan barang langka. Apakah pada masa pemerintahan SBY lalu pernah memperbolehkan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka? Pada masa Orde Baru lebih mengerikan lagi sikap protektifnya pemerintah, jangankan demo di depan Istana Merdeka, bersikap kritis terhadap pemerintah saja bisa ditangkap.

Pendek kata, jika dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya, Presiden Joko Widodo merupakan presiden yang paling berani membiarkan adanya aksi-aksi unjuk rasa, meski harus disertai menutup jalan di depan Istana Merdeka. Karena itu, Saya berani tegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak pernah takut terhadap GNPF MUI. Kalau pada Lebaran ini Presiden Jokowi bersedia menerima kehadiran GNPF MUI di Istana Merdeka, hal itu bukan sebuah kelemahan tapi justru menandakan bahwa Presiden Joko Widodo memang memiliki kecerdasan spiritual yang kuat. Kecerdasan spiritual semacam itu tidak akan pernah muncul dari pemimpin otoriter yang anti demokrasi. Kecerdasan spiritual semacam itu juga tidak akan pernah muncul dari pemimpin yang memiliki keimanan agama yang lemah.

Perlu dicatat pula, di luar kecerdasan spiritualnya, Presiden Joko Widodo juga memiliki karakter yang dipengaruhi oleh budaya Jawa. Secara kultural, masyarakat Jawa dikenal sangat terbuka dan adaptif terhadap aneka keberagaman yang dimiliki tanah air Indonesia. Dalam hal berpakaian mislanya, masyarakat Jawa tidak pernah memasang senjata kerisnya di bagian depan tubuhnya. Apakah keris orang Jawa pernah dipasang di bagian depan tubuhnya? Di luar suasana perang, orang Jawa selalu meletakkan senjatanya di bagian belakang tubuhnya. Artinya, karakter kultural orang Jawa itu cenderung rendah hati dan tidak agresif. Karena itu, sangat wajar, ketika GNPF MUI mengontak Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin  meminta ingin bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo, hal itu juga mendapat tanggapan terbuka dari Presiden Joko Widodo. 'loh ini kan open house, ya siapa saja kita tunggu," kata Presiden seperti ditirukan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam siaran pers.

Ketika Presiden Jokowi menerima kehadiran GNPF MUI, sejumlah menteri Kabinet Kerja juga ikut hadir untuk mendampingi Presiden. Mereka adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Lantas, setelah melakukan pertemuan dengan Presiden itu, apakah GNPF MUI tak akan menggerakkan aksi demo berseri-seri seperti yang pernah digelar sebelumnya? Sekali lagi, pertanyaan di atas hanya bisa dijawab oleh GNPF MUI sendiri.

Kalau toh GNPF MUI ingin menggerakkan aksi demo berseri-seri lagi, Saya kira pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo tak pernah takut menghadapi. Silakan saja GNPF MUI menggelar demo  berseri-seri lagi, tapi jangan pernah merusak kebhinekaan Indonesia yang telah dibangun para pendiri bangsa ini. Silakan saja GNPF MUI menggelar demo  berseri-seri lagi, tapi jangan pernah meminta Presiden Jokowi untuk melakukan intervensi atas proses hukum yang sedang dihadapi Rizieq Shihab maupun tokoh GNPF MUI. Sebab, kalau kehadiran GNPF MUI itu sampai meminta Presiden untuk melakukan penghentian proses hukum yang sedang berjalan, apa kata dunia nanti? (***)

25 Jun 2017

Valentino Rossi Juarai MotoGP Assen

Valentino Rossi berhasil menjuarai MotoGP Assen setelah melalui duel sengit di Sirkuit Assen, Belanda.  Pembalap Italia lainnya, Danilo Petrucci, (Octo Pramac Racing) menempati urutan kedua. Sedang Marc Marquez menempati urutan ketiga. Sementara Vinales gagal meraih poin karena crash.



Hasil Lengkap MotoGP Assen  
1. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 41m 41.149s
2. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP17) 41m 41.212s
3. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 41m 46.350s
4. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 41m 46.392s
5. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP17) 41m 46.476s
6. Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 42m 4.539s
7. Karel Abraham CZE Pull&Bear Aspar Team (Desmosedici GP15) 42m 18.131s
8. Loris Baz FRA Reale Avintia Racing (Desmosedici GP15) 42m 18.207s
9. Andrea Iannone ITA Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)42m 18.315s
10. Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 42m 43.078s
11. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory Racing (RC16) 42m 50.533s
12. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) 42m 51.270s
13. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 42m 51.493s
14. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 43m 16.804s
15. Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (Desmosedici GP17) +1 lap
16. Hector Barbera ESP Reale Avintia Racing (Desmosedici GP16) +1 lap
17. Alex Rins ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR)* +1 lap
Scott Redding GBR Octo Pramac Racing (Desmosedici GP16) DNF
Alvaro Bautista ESP Pull&Bear Aspar Team (Desmosedici GP16) DNF
Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory Racing (RC16) DNF 

Soekarno, Ramadan dan Idul Fitri

Opini Eko Sulistyo 

Bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri atau Lebaran juga menjadi bagian dari sejarah politik Soekarno sejak zaman penjajahan Belanda sampai Indonesia merdeka. Meski Soekarno sendiri lahir dan besar bukan dari lingkungan agama Islam yang ketat. Ayahnya seorang priyayi kecil penganut theosofi dan abangan.  Sementara ibunya berasal dari Bali yang Hindu. Soekarno sendiri tumbuh dalam budaya Jawa abangan yang sinkretis dan penggemar wayang, yang oleh Cliford Geertz disebut sebagai agama Jawa.  Ketika bersekolah di Surabaya dan menjadi anak didik HOS Tjokoroaminoto Ketua Serekat  Islam, Soekarno muda lebih tertarik dengan politik dan kemampuan orasi Tjokro yang memukau, yang kelak mempengaruhi gaya orasinya.



Soekarno sendiri mulai membaca dan menulis berbagai pemikiran Islam secara serius saat pembuangannya di Ende dan Bengkulu sampai dibebaskan oleh pemerintah pendudukan Jepang (1933-1942). Menurut data yang dikumpulkan oleh M. Ridwan Lubis, Soekarno & Modernisme Islam (2010), sejak tahun 1926 – 1966, Soekarno membuat 46 tulisan bertemakan Islam, lebih banyak dari tulisan bertema marxis yang hanya 27. Namun semuanya masih jauh dibawah tema besarnya tentang nasionalisme  dan marhaenisme yang mencapai 355 tulisan.  

Pada zaman penjajahan Belanda sholat Idul Fitri berjamaah terbuka di dekat istana pertama kali diperbolehkan pada 1929 di lapangan terbuka Koningsplein (Gambir). Ketika Jepang menduduki Indonesia sholat Idul Fitri masih di tempat yang sama namun namanya sudah diganti oleh pemerintahan pendudukan Jepang menjadi lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta).

Di zaman pergerakan Soekarno  beberapa kali melakukan perdebatan di hari raya Idul Fitri. Dalam Lebaran tahun 1933 Soekarno terlibat perdebatan dengan Mohmad Hatta yang mengritik taktik non-kooperatif Soekarno.  Di koran Fikiran Rakjat, Soekarno membalas kritik Hatta  dengan kalimat “hari lebaran adalah hari perdamaian”. Kehebohan saat Idul Fitri  juga diciptakan Soekarno di Bengkulu ketika dalam sholat Idul Fitri di lapangan Tapak Paderi dia menyaksikan adanya tabir pemisah antara jemaah laki-laki dan perempuan. Soekarno menyatakan menolak sembahyang karena ada pemisahan tabir tersebut. Kemudian Soekarno menulis di koran Pandji Islam (1939) sebagai protes dengan judul cukup provokatif “Tabir adalah Lambang Perbudakan.” Tulisan ini melahirkan perdebatan dengan para tokoh Muhamadiyah di Bengkulu.

Di zaman Jepang, Soekarno dan Hatta mengambil jalan politik koloborasi dengan pemerintahan pendudukan Jepang. Soekarno menerima tawaran Jenderal Imamura, penguasa militer Jepang untuk duduk sebagai penasehat dalam Departemen Urusan dalam Negeri.  Posisi ini memberikan ruang dan kesempatan bagi Soekarno untuk  kembali bicara dihadapan ribuan rakyat, “tempat ia selalu mendapatkan ilham kekuatan” setelah sembilan tahun diasingkan. Pada 8 Desember 1942 Soekarno mengumumkan berdirinya PUTERA—Pusat Tenaga Rakyat.  Pada  zaman Jepang sholat Idul Fitri diadakan pada pagi buta setelah selesai subuh karena sebelum matahari terbit Jepang harus upacara Sekerei (Sembah  Dewa Matahari) di lapangan tempat sholat Idul Fitri.

Dalam zaman sulit dan penderitaan rakyat yang berat dibawah pendudukan militer Jepang, Soekarno mengucapkan selamat Lebaran di zaman peperangan. Dikatakan oleh Soekarno bahwa tiada satu bangsa yang tidak menderita di masa perang, dan bahwa tiada bangsa dapat mencapai kemenangan, kalau tiada tahan menderita. “Inna maal usri yusro” – kebahagiaan sesudah kesusahan! “Bulan puasa diangggap sebagai medan latihan diri untuk tahan menderita. “Marilah kita hadapi tahun yang baru ini sebagai satu bangsa, yang benar-benar telah terlatih tahan menderita di dalam bulan ramadhan.”

Ramadan yang Bersejarah
Ramadan yang paling bersejarah dilalui Soekarno pada zaman Jepang adalah hari-hari menjelang proklamasi 17 Agustus 1945. Pada Mei 1945, Mayjen Yamamoto Moichiro mulai berbicara tentang membangun Indonesia merdeka.  Badan  Untuk  Menyelidiki Usaha-Usaha Persipan Kemerdekaan mengadakan sidang 1 Juni 1945  untuk bersama-sama mencari dasar filosofis bersama. Dalam sidang ini Soekarno merumuskan konsepnya yang kemudian dikenal dengan Panca Sila.

Pada 16 Agustus 1945 para pemuda membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok untuk mendiskusikan mempercepat kemerdekaan.  Para pemuda beserta Soekarno dan Hatta tetap berpuasa, bahkan naskah proklamasi disiapkan sampai mendekati waktu subuh dan hampir kelupaan makan saur. Proklamasi Kemerdekaan RI dilakukan 17 Agustus 1945  yang bertepatan dengan  9 Ramadhan 1364 H. Pembacaan proklamasi dan upacara dilaksanakan dengan sederhana dan penuh khidmat dalam suasana Ramadhan.
Menurut Soekarno proklamasi saat itu adalah tepat karena “kita sedang  berada  dalam bulan suci Ramadhan, waktu kita semua  berpuasa, ini berarti saat yang paling suci”. Namun angka 17 juga dipilih oleh Soekarno karena pertimbangan lain.  “Tanggal 17 besok hari Jumat, hari Jumat itu  Jumat legi, Jumat yang berbahagia, Jumat  suci. Al-Qur’an diturunkan tanggal 17, orang Islam sembahyang 17 rakaat, oleh karena itu  kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia.”

Setelah proklamasi kemerdekaan, Soekarno  dihadapkan dengan revolusi sosial dan struktur negara baru yang lemah, mewarisi birokrasi buatan Jepang.  Perpecahan politik, ideologi dan konflik antar kelompok meruncing dimana-mana. Soekarno yang sangat memperhatikan persatuan bangsanya cemas dengan situasi yang berkembang.  Ide untuk mempertemukan para pimpinan politik muncul pada bulan Ramadan 1946.
Menurut sejarawan JJ Rizal, sejumlah tokoh pada bulan puasa tahun 1946 menghubungi Soekarno meminta mengadakan perayaan Lebaran pada bulan Agustus dengan mengundang seluruh komponen revolusi yang berbeda dalam pendirian politik maupun kedudukannya dalam masyarakat. Lebaran menjadi ajang untuk saling memaafkan dan memaklumi serta menerima keragaman dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa. Pertemuan para tokoh tersebut lalu diberi istilah oleh Soekarno dengan “Halal bi Halal’ yang diartikan sebagai silaturahmi dan saling memaafkan. Sejak itu istilah  halal bi halal  populer sebagai  ucapan di Hari Raya Idul Fitri (Tempo, 5 Nov, 2006).

Minal Aidin Wal Faidzin
Presiden Soekarno juga dianggap sebagai sosok yang mempopulerkan ungkapan, “Minal Aidin Wal Faidzin” pada hari raya Idul Fitri. Kalimat “Minal Aidin Wal Faidzin “ dalam menyambut Idul Fitri adalah kata yang diucapkan Soekarno pada tahun 1958.  Kalimat itu adalah penggalan sebuah doa yang lebih panjang yang diucapkan ketika kita selesai menunaikan ibadah puasa yang berarti “Semoga Allah menerima (amalan-amalan) yang telah aku dan kalian lakukan dan semoga Allah menjadikan kita termasuk (orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan (mendapat) kemenangan."

Dalam menyambut Idul Fitri Soekarno juga pernah dihadapkan  pada perbedaaan dua ormas Islam terbesar, Muhamadiyah dan NU pada 1962. Muhammadiyah sepakat menetapkan Idul Fitri 1381 Hijriah jatuh pada 7 Maret 1962. Sedangkan NU besama pemerintah menetapkan 8 Maret. Menyikapi perbedaan tersebut Presiden Soekarno di hadapan rakyatnya mengingatkan jika persatuan merupakan unsur penting untuk Indonesia.  Menurut  Pimpinan Muhammadiyah, H. Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) juga menyatakan bahwa adanya dua Hari Raya Idul Fitri bukanlah sebagai perpecahan di kalangan umat Islam karena semua bernaung di bawah bendera Merah Putih dan bersemboyankan satu kalimat syahadat.

Soekarno  penah menolak hadir dalam sholat Idul Fitri di halaman istana pada 1963. Soekarno menolak dengna alasan keamanan, karena diduga ratusan kartu undangan telah disalahgunakan. Ketidakhadiran Soekarno berdasarkan masukan dari Komandan Pasukan Pengawal Presiden, Resimen Cakrabirawa, Kolonel Sabur agar Presiden tidak menghadiri sholat tersebut.  Saat itu Soekarno memang beberapa kali mengalami upaya pembunuhan yang gagal.  Seperti diketahui pada sholat Idul Adha di depan istana 14 Mei 1962 seorang pria berusaha membunuh Soekarno dengan pistol. Tapi upaya pembunuhan berhasil digagalkan oleh pasukan  pengawal presiden.  

Pada tahun 1950-an sholat Idul Fitri dipindahkan ke lapangan Banteng.  Namun setelah  berdiri monumen pembebasan Irian Baratsholat Id terpencar di lapangan dan mesjid yang ada di Jakarta. Sholat Idul Fitri kembali disekitaran istana ketika Masjid Istiqlal berdiri sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara. Setelah Orde Baru berkuasa, Hari Raya Idul Fitri menjadi murni kegiatan agama untuk menyerukan seruan moral dan etika kepada umat Islam dan bangsa Indonesia. Dan di era Presiden Jokowi, presiden sholat Id tidak di Masjid Istiglal melainkan di masjid di wilayah Indonesia lainnya dan memanfaatkan momentum Lebaran untuk menyapa rakyatnya di luar Ibu Kota. (***)

Catatan: Artikel ini pernah dipublikasikan di Koran Sindo, 4 Juli 2016.

Penulis adalah Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden.

Zarco Rebut Pole Assen, Marquez Kedua, Rossi Keempat, Lorenzo Terbelakang

Assen – Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco, kembali membuat kejutan setelah berhasil mencatatkan waktu tercepat 1 menit 46,141 detik pada kualifikasi Grand Prix Belanda, Sabtu (24/6). Pembalap asal Perancis ini akan menempati posisi start terdepan pada race MotoGP yang akan digelar di Sirkuit Assen, Minggu (25/6) ini Start kedua diraih oleh juara dunia Marc Marquez karena memiliki catatan waktu 0,065 detik di bawah Zarco. Sementara pembalap Pramac Racing Danilo Petrucci, menempati tercepat ketiga.

Sedangkan Valentino Rossi terpaksa harus puas menempati posisi keempat, disusul ua pembalap satelit lainya, Scott Redding (Pramac) dan Jonas Folger (Tech 3). Anehnya, pembalap terkencang hari Jumat, Maverick Vinales, tidak berkutik ketika kualifikasi berlangsung trek dalam kondisi basah. Pembalap Spanyol itu hanya menempati urutan 11. Nasib lebih tragis lagi dialami Jorge Lorenzo karena benar-benar tidak berdaya dan hanya menempati urutan start ke-21. Artinya, Pembalap Spanyol ini berada di barisan belakang.

Zarco (foto crash.net)

Hasil Kualifikasi MotoGP Assen:
1. Johann Zarco FRA Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 1m 46.141s 292km/h (Top Speed)
2. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 46.206s +0.065s 294km/h
3. Danilo Petrucci ITA Pramac Racing (GP17) 1m 46.526s +0.385s 294km/h
4. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 46.705s +0.564s 288km/h
5. Scott Redding GBR Pramac Racing (GP16) 1m 47.574s +1.433s 286km/h
6. Jonas Folger GER Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 1m 47.663s +1.522s 287km/h
7. Alvaro Bautista ESP Aspar Team (GP16) 1m 47.812s +1.671s 292km/h
8. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 48.042s +1.901s 289km/h
9. Andrea Dovizioso ITA Ducati (GP17) 1m 48.079s +1.938s 293km/h
10. Sam Lowes GBR Aprilia Gresini (RS-GP)* 1m 48.128s +1.987s 285km/h
11. Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 48.266s +2.125s 289km/h
12. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 49.623s +3.482s 280km/h
13. Jack Miller AUS Marc VDS (RC213V) 1m 47.217s 291km/h
14. Loris Baz FRA Avintia Racing (GP15) 1m 47.234s 288km/h
15. Aleix Espargaro ESP Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 47.277s 287km/h
16. Andrea Iannone ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 47.649s 293km/h
17. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR)* 1m 47.804s 288km/h
18. Karel Abraham CZE Aspar Team (GP15) 1m 47.947s 289km/h
19. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM (RC16) 1m 47.957s 296km/h
20. Hector Barbera ESP Avintia Racing (GP16) 1m 48.080s 291km/h
21. Jorge Lorenzo ESP Ducati (GP17) 1m 48.219s 286km/h
22. Bradley Smith GBR Red Bull KTM(RC16) 1m 48.448s 290km/h
23. Tito Rabat ESP Marc VDS (RC213V) 1m 48.700s 285km/h

24 Jun 2017

Free Practice 3 MotoGP Assen: Redding Tercepat, Rossi Kedua

Pembalap Pramac Racing, Scott Redding, berhasil meraih waktu tercepat dalam Free Practice 3 MotoGP yang digelar di Sirkuit Assen, Belanda, Sabtu. Pembalap Inggris ini mencatatkan waktu tercepat 1menit 46.441detik. Valentino Rossi menyusul ditempat kedua dengan catatan waktu 1menit 46.672 detik atau selisih 0.231 detik dari Redding. Sementara Marc Marquez dan Maverick Viñales menyusul di tempat ketiga dan keempat.

Dari hasil ini menunjukkan, Valentino Rossi makin cocok dengan sasis baru yang dikeluarkan Yamaha. Pada Free Practice1, Rossi hanya bisa meraih waktu tercepat kelima, kemudian pada Free Practice 2 turun hanya di urutan keenam. Namun, pada Free Practice 3 Rossi mampu tampil lebih baik lagi. 


Hasil Free Practice 3 MotoGP Assen:
1. Scott Redding GBR Pramac Racing (GP16) 1m 46.441s 294km/h (Top Speed)
2. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 46.672s +0.231s 289km/h
3. Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 46.743s +0.302s 290km/h
4. Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 1m 46.756s +0.315s 294km/h
5. Johann Zarco FRA Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 46.794s +0.353s 289km/h
6. Hector Barbera ESP Avintia Racing (GP16) 1m 46.851s +0.410s 294km/h
7. Aleix Espargaro ESP Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 46.936s +0.495s 286km/h
8. Jorge Lorenzo ESP Ducati (GP17) 1m 47.075s +0.634s 287km/h
9. Loris Baz FRA Avintia Racing (GP15) 1m 47.126s +0.685s 289km/h
10. Andrea Iannone ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 47.295s +0.854s 295km/h
11. Danilo Petrucci ITA Pramac Racing (GP17) 1m 47.306s +0.865s 295km/h
12. Andrea Dovizioso ITA Ducati (GP17) 1m 47.310s +0.869s 295km/h
13. Jonas Folger GER Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 47.355s +0.914s 289km/h
14. Jack Miller AUS Marc VDS (RC213V) 1m 47.394s +0.953s 292km/h
15. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 47.409s +0.968s 292km/h
16. Sam Lowes GBR Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 47.657s +1.216s 288km/h
17. Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 47.767s +1.326s 291km/h
18. Pol Espargaro ESP Red Bull KTM (RC16) 1m 47.774s +1.333s 295km/h
19. Karel Abraham CZE Aspar Team (GP15) 1m 47.908s +1.467s 287km/h
20. Alvaro Bautista ESP Aspar Team (GP16) 1m 48.194s +1.753s 289km/h
21. Bradley Smith GBR Red Bull KTM (RC16) 1m 49.235s +2.794s 292km/h
22. Tito Rabat ESP Marc VDS (RC213V) 1m 49.284s +2.843s 290km/h
23. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 1m 49.291s +2.850s 282km/h

Pembalap yang langsung lolos kualifikasi babak kedua (Q2)
1. Maverick Vinales ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)
2. Jonas Folger GER Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)
3. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V)
4. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP17)
5. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V)
6. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1)
7. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Racing (Desmosedici GP17)
8. Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)
9. Alvaro Bautista ESP Pull&Bear Aspar Team (Desmosedici GP16)
10. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V)